DENPASAR – Cabang olahraga Muaythai Kabupaten Buleleng menunjukkan hasil membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026. Meski hanya menurunkan enam atlet yang sebagian besar merupakan atlet pemula, kontingen Buleleng sukses membawa pulang 3 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu pada nomor eksebisi Muaythai yang berlangsung di Fight Right, Sanur, Denpasar, pada 5–7 Juni 2026.
Tiga medali emas berhasil dipersembahkan oleh Kadek Agus Dharma Yasa, Kadek Jevin Arsandhi, dan I Gusti Ngurah Gede Damaindra Mayun. Sementara dua medali perak diraih Ketut Kayon Loy Santana dan Komang Leo Alexis Sances, serta satu medali perunggu dipersembahkan Gede Gyo Raditya.
Koordinator Kontingen Muaythai Buleleng, Gede Sudarma, mengungkapkan bahwa seluruh atlet yang diturunkan dalam Porjar kali ini merupakan bagian dari program regenerasi atlet yang tengah dijalankan Pengkab Muaythai Indonesia (MI) Buleleng.

“Kami sengaja memberikan kesempatan kepada atlet-atlet muda dan pemula untuk merasakan atmosfer pertandingan. Hasil yang diraih sangat menggembirakan karena seluruh atlet mampu menyumbangkan medali untuk Buleleng,” ujarnya, Minggu (7/6).
Menurutnya, pengalaman bertanding di level provinsi menjadi modal penting bagi para atlet muda untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang lebih tinggi di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Umum Muaythai Buleleng, I Wayan Tarik Adnyana, menilai Porjar Bali 2026 menjadi momentum penting untuk mengukur hasil pembinaan atlet yang selama ini dilakukan.
“Ajang ini menjadi bahan evaluasi bagi kami, baik dari sisi teknik, mental bertanding maupun program pembinaan. Hasil ini menunjukkan regenerasi atlet berjalan dengan baik, namun masih banyak hal yang perlu ditingkatkan,” katanya.
Tarik menambahkan, capaian tersebut juga menjadi langkah awal dalam mempersiapkan kekuatan Muaythai Buleleng menghadapi Porprov Bali 2027, di mana Kabupaten Buleleng akan bertindak sebagai tuan rumah.
“Dengan waktu persiapan yang masih cukup panjang, kami akan terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan agar atlet-atlet muda ini bisa berkembang dan menjadi andalan Buleleng saat Porprov Bali 2027 nanti,” tegasnya.
Raihan tiga emas, dua perak, dan satu perunggu ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi masa depan Muaythai Buleleng yang terus berupaya melahirkan atlet-atlet berprestasi melalui program pembinaan dan regenerasi yang berkesinambungan. (hms)

